Terbaliknya Kapal Feri (KMP) Bili di Tebas, Sambas

Terbaliknya Kapal Feri (KMP) Bili di Tebas, Sambas – Pada hari Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 13.50, Feri Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bili terbalik di Dermaga Perigi, Piai, Kabupaten Sambas. Sebelumnya Kapal Feri (KMP) Bili ini perna beroperasi di Siantan, kota Pontianak. Namun beberapa tahun ini, kapal feri (KMP) Bili tersebut dipindah operasikan ke penyeberangan area Kabupaten Sambas.

 

Saat mendapatkan berita ini, saya sedang searching google mencari tentang berita – berita terbaru. Saat itu pukul 15.20, ternyata berita terbaru sekitar setengah jam yang lalu rupanya kapal feri (KMP) Bili Karam di penyeberangan Piai tenggelam dalam posisi termiring. Menurut informasi yang saya baca sekaligus saya simak dari google juga dari para kerabat – kerabat terdekat, KMP Bili tersebut menyemberang dari Dermaga Tebas, kecamatan Tengerang, menuju Dermaga Perigi Piai, Tekarang. Pada saat kapal tiba di tujuan dan akan bersandar di tepi Dermaga, tiba – tiba air mulai masuk kedalam dak utama kapal, kata salah satu penumpang (Living Liu dan ibunya) mengungkapkan. Setelah itu kapal mulai miring dan semangkin miring, hingga pada akhirnya terbalik. Salah satu dari awak kapal, yaitu AKBP Robertus Bellarimius Herry Ananto Pratiknyo menyatakan bahwa, setelah kapal akan bersandar ketepi dermaga, tali ikatan kapal ke dermaga putus. Jadi kemungkinan itulah yang menyebabkan posisi kapal dalam keadaan miring. Para penumpang yang melihat reaksi kapal yang semangkin miring, banyak para penumpang lainnya melompat ke dermaga dan melompat ke tepi sisih sungai sambil menolong saudaranya yang kesusahan. Saat itu didalam KMP Bili tersebut para penumpang berjumlah 79 orang dan 15 awak kapal, yang dilansir dari Mbah Google. Saat peristiwa ini terjadi banyak warga setempat yang langsung bergerak untuk menolong para korban serta para penambang penyeberangan yang menyemberang menggunakan kapal perahu angkut (sampan) untuk menyelamatkan para korban yang ada didalam Kapal Feri (KMP) Bili tersebut.

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja luka Рluka ringan. Dan para penumpang tersebut akan segera dievakuasi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Akibat insiden ini, hampir semua kendaraan ikut tenggelam yang terdiri dari sebelas mobil truk bermuatan pasir dan batu giling, satu  mobil bengmel dan satu buah mobil pribadi serta empat puluh  buah sepeda motor. Dan alhamdulillah juga ada enam buah unit sepeda motor yang masih dapat diselamatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *