Relawan TIK Kalimantan Barat, Melaksanakan Literasi Digital di Desa Tae, Kabupaten Sanggau

Relawan TIK Kalimantan Barat, Melaksanakan Literasi Digital di Desa Tae, Kabupaten Sanggau – Relawan TIK Kalimantan Barat adalah suatu organisasi dibidang ilmu teknologi yang mengajarkan tentang informasi komunikasi di dunia digital. Adapun yang diajarkannya yaitu tentang Digital Skill, Digital Safety, Digital Etihc, Digital Culture dan lain – lainnya yang berkaitan tentang publik speaking di Dunia Digital.

Latar Belakang Desa Tae

Desa Tae adalah salah satu dari 31 ribu desa di seluruh Indonesia yang wilayahnya masuk ke dalam kawasan hutan. Sebagian besar lahannya masuk kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Dari total luas 2.538,55 hektare, warga desa Tae hanya bisa memanfaatkan 16,54 persen saja, yaitu 419,97 hektare. Saat ini penduduk Tae mencapai 1.398 Jiwa. Artinya, tiap jiwa hanya bisa memanfaatkan 0,3 hektare lahan.

Desa Tae sangat dikenal dengan adat istiadat suku Dayak. Desa yang dimana terletak di Ketemenggungan Tae, Desa Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di perbukitan Gunung Tiong Kandang. Desa ini adalah salah satu desa di Kalimantan Barat yang belum lagi adanya jaringan internet.

Di wilaya Desa Tae ini terdapat 4 kampung yang masuk di wilayahnya,  yaitu Bangkan, Padakng, Peragong, Mak Ijing, Maet, Semangkar, Teradak, dan Tae. Masing-masing kampung tersebut  mempunya 5 sampai 10 tembawang. Luasnya berhektar-hektar, tapi tidak ada yang tahu berapa jumlah tepatnya. Karena justru memang tidak diperbolehkan ada yang tahu. Disebabkan agar tembawangnya tersebut tidak dijual.

Tumenggung Anuk mengatakan bahwa manusia hanya sebatas meminjam dari bumi ini. Sebab itu, manusia tak boleh serakah dalam memanfaatkan sumber daya alam. Petuah inilah yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak. Bahwa alam, adalah pinjaman dari Sang Pencipta.

Dengan diterbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 Tahun 2015 tentang Hutan Hak membawa harapan bagi suku-suku yang tinggal di desa, khususnya suku Dayak Tae. Beleid ini menyatakan bahwa hutan adat kini bukan lagi bagian dari hutan negara dan bisa dikelola oleh masyarakat adat setempat.

Relawan TIK Kalimantan Barat, Melaksanakan Literasi Digital di Desa Tae, Kabupaten Sanggau

Nah, pada hari Senin, 13 November 2021, kami para anggota Relawan TIK Kalimantan Barat pergi berkunjung ke Desa Tae untuk melaksanakan literasi digital secara offline atau secara langsung. Niat dan tujuan para Anggota Relawan TIK pergi kesana, yaitu selain bersilahturahmi kepada warga Tae, para Relawan TIK pun juga ingin membagikan sedikit ilmunya kepada warga dan anak – anak muda yang berada di Desa Tae. Dengan materinya yaitu sebagai berikut :

  1. Digital Skill, dengan narasumber nasionalnya yaitu Aldi Tri Wahyudi.
  2. Digital Etihc, dengan narasumber nasionalnya yaitu Rahmad Widyo Utomo.
  3. Digital Safety, dengan narasumber Pandu Digital yaitu Deni Sutrisno.
  4. Digital Culture, dengan narasumber Pandu Digital yaitu Agun Harani.
  5. Aplikasi Perkantoran, yaitu dari ke empat narasumber tersebut disertai dengan moderator Kak Ira Dwi Lestari dan para Relawan TIK lainnya.

Jadi, ini lah dia beberapa materi yang akan diberikan kepada warga Tae sekaligus  anak – anak muda yang ada di Desa Tae bagi yang membutuhkannya nanti. Harapan kedepannya selain untuk melestarikan dan memajukan warga Desa Tae, kami juga ingin membagikan sedikit wawasan tentang Literasi Digital. Agar supaya kedepannya nanti, anak – anak muda warga Desa Tae ini bisa memimpin dan mensejahterakan desanya sendiri melalui dunia digital seperti saat ini.

Perjalanan Menuju ke Desa Tae, Kabupaten Sanggau 

Nah, disini penulis akan menceritakan sedikit tentang perjalanan dari Kota Pontianak menuju ke Desa Tae. Ternyata jarak dari Kota Pontianak menuju ke Desa Tae itu sangatlah jauh, waktu perjalanannya kurang lebih hampir 3 jam. Dari pukul 05:25 menit kami mulai perjalanan, tibanya kami disana pada pukul 08:15 menit.

Namun pada saat diperjalanan kami melihat begitu banyak pemandangan yang sangat indah – indah. Dari perkebunan sawit yang luas sampai hutan yang dipenuh pepohonan di tepi jalan, hingga membuat pemandangannya menjadi sangat cantik dan indah. Keadaan jalannya pun juga begitu unik, karena kebetulan di daerah sana banyak perbukitan jadi jalannya pun juga kebanyakkan ditepi perbukitan, hingga keadaaan jalanya pun seperti gelombang yang membuat kebanyakkan orang – orang mabuk diperjalanan. Contoh nya seperti penulis ini sendiri yang mabuk pada saat perjalanan menuju ke Desa Tae, hehehe harap dimaklumi ya.

Setelah beberapa jam perjalanan kami, tiba lah kami semua berada di Ketemenggungan Tae, Desa Tae yang berada di atas perbukitan Tae. Sesampai disana kami semua pun disambut gembira dengan para warga Desa Tae dan anak – anak mudanya. Kami pun disuru untuk memasuki ke kantor Desa Tae terlebih dahulu. Setelah kami mengobrol sebentar kepada Kepala Desa Tae, kami pun mulai melakukan acara Literasi Digital tersebut.

Acara Literasi Digital di Desa Tae

Acara tersebut dilakukan dengan kata sambutan pertama oleh Bapak Kepala Desa Tae yakni bapak Melianus Midi. Dengan memberikan pesanan dan arahan yang begitu luar biasa kepada warga dan anak – anak mudanya. “Saya sudah tua, harapan saya untuk memajukan desa kita ini yaitu kepada anak – anakku semua” ujar dari kata Kepala Desa tersebut. Ia juga berpesan kepada warga anak – anak muda tersebut, bahwa berhati – hati lah kalian semua dalam menggunakan internet. Jauhilah hal – hal negatif dari internet tersebut, seperti melihat gambar – gambar yang tidak baik, pornografi dan juga hal – hal lainnya yang bisa membuat anda terjerumus kedalam orang –  orang tidak baik, hingga dapat merugikan diri sendiri.

Setelah mendengarkan sedikit kata sambutan dari Kepala Desa Tae, maka untuk kata sambutan yang ke dua yakni bapak Marselus Yopos selaku Ketua Organisasi Lokal RRGRK. Beliau mengatakan bahwa internet itu seperti pisau bermata dua, ada yang positif dan ada yang negatif. Maka beruntung lah kalian semua, dengan adanya anggota Relawan TIK ini kita bisa belajar dari mereka semua. Denga harapan belajar lah dengan bersungguh-sungguh, “Ujar beliau”.

Setelah tak panjang lebar mendengarkan kata sambutan dari bapak Marselus Yopos, untuk selajutnya diberikan lah kesempatan kepada Pak Ferianto. S,Hut selaku Ketua Relawan TIK Kalimantan Barat untuk memaparkan kata sambutannya. Beliau mengatakan dengan adanya kami disini, kami siap memberikan ilmu tentang Dunia Digital ini kepada kalian semua. Karena memang benar tadi kata kepala desa kita, kalau bukan dari kalian semua, untuk memajukan desa kalian, lalu siapa lagi? “Ujar dari beliau”. Anak-anak muda ini lah yang harusnya mengantikan para pejabat-pejabat kita yang ada di Indonesia ini. Asalkan ada niat dan kemauan belajar bersungguh-sungguh, maka tidak menutup kemungkinan kalian semua bisa menjadi penerus bangsa ini yang baik lagi. Namun sebelum itu, mari disinilah kita bersama-sama mulai pembelajarannya!

Singkat cerita, setelah mendengarkan sesikit kata sambutan dari Pak Ferianto. Akhirnya acara tersebut masuk lah ke acara intinya yaitu menampilkan 4 narasumber dari materi yang berbeda. Setelah menampilkan ke 4 pemateri tersebut, maka kami pun diberi kesempatan istirahat dan makan siang. Selajutnya dilajutkan lagi dengan materi terakhir yaitu Aplikasi Perkantoran hingga selesai.

Setelah di penghujung acara, Kak Ira Dwi Lestari selaku moderator mengajak para peserta untuk melakukan sesi foto bersama dan di lajutkan dengan menutup acara Pelatihan dan Kegiatan Literasi Digital Pemberdayaan Desa Tae, kabupaten Sanggau.

KESIMPULAN  :

Belajar lah apa yang bisa kita pelajari dan lakukanlah apa yang bisa kita lakukan. Berbagi ilmu lah walaupun itu sedikit. Jangan pelit dan jangan takut salah dalam melakukan kebaikan. Justru belajar lah dari kesalahan tersebut, agar kebaikan bisa menjadi kesuksesan. 

Salam dari Penulis, salam dari https://inforgun.com

Akhir kata Wabillahitaufik walhidaya wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *