Contoh Kata Sambutan Dalam Pernikahan Bagi Mempelai Pria

Contoh Kata Sambutan Dalam Pernikahan Bagi Mempelai Pria – https://inforgun.com

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Asholatuwassalamu ‘ala asrafil ambiya iwal mursalin sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Yth, Tuan rumah sekaligus sahibul hajat Bapak M. Jase beserta istri.

Yth. Toko agama, masyarakat serta para tamu undangan yang dirahmati Allah Swt.

Puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah Swt. Karena di kesempatanyang berbahagia ini kita semua masih dibei nikmat sehat sehingga kita bias bertemu dan berkumpul di kediaman Bapak M. Jase dalam rangka menikahkan putri  4 dari Bapak M. Jase dan Ibu Nurhayati yang bernama Kesi Satriana Wahyu Ningsih dengan Heruwansyah, putra ke 5 dari Bapak Ramli Betak dan Ibu Sutiawati yang merupakan adik kandung saya sendiri.

Sholawat dan salam terlimpahkan kepada junjungan kita baginda Rasul Muhammad Saw. Karena berkat beliau kita dapat petunjuk jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian dan keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin, aamiin ya rabbal ‘alamin.

Para tamu undangan yang saya hormati, saya mewakili pihak mempelai laki-laki mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya atas penyambutan yang luar biasa ini.

Di kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku abang kandung Wawan mewakili mempelai pria menyerahkan dengan tulus dan iklas, adik kami, putra kami ananda Heruwansyah untuk menjadi menantu Pak Jase.

Wak Jase dan Mak Nor, mohon diterima adik saya ini, jangan jadikan dia dianggap sebagai menantu saja tapi jadikan lah ia sebagai anak kandung Wak Jase dan Mak Nor sendiri. Mohon untuk dibimbing adik saya ini yang baru belajar membina rumah tangganya bersama anak Wak Jase dan Mak Nor tersebut.Tegur lah dia apabila ia ada salah dan nasehatilah ia dalam segala hal rumah tangga yang baru ia dapati ini.

Untuk Wawan, adik ku sendiri. Ini ada sedikit pesan dari abang yaitu contohi lah hal-hal yang positif dari kehidupan rumah tangga abang-abang mu ini dan jadikan lah pengalaman berharga dari kehidupan kami yang masih perlu kami pelajari juga. Membina rumah tangga ini tak semudah membalikan telapak tangan. Kita sebagai pemimpin dalam rumah tangga bukan sekedar memberi nafkah lahir dan batin saja, tapi membimbing istri ke jannah itu lah kekuatan utamanya. Contohnya seperti pada saat bangun subuh, maka ajaklah istri mu untuk sholat subuh berjama’a, belajar agama kalian bersama-sama agar lebih baikn lagi untuk bekal akhirat kalian nanti. Semangkin indah kalian menikmati kehidupan rumah tangga kalian, maka semangkin mantap juga lah ikatan cinta yang akan kalian kumpulkan. Satu lagi pesan dari abang mu ini Wan, yaitu istri bukan lah pembantu, tapi kerjakan dan jalani lah semuanya secara bersama, bantu istri mu semampu yang kau bisa, dan manjakan lah istrimu sebagaimana kamu memanjakan ibu mu, yaitu mama kita.

Setelah itu, ini ada juga pesan untuk Kesi sebagai adik ipar ku. Bahwa perempuan itu sangatlah mudah untuk masuk surga, yaitu seorang istri untuk bisa masuk surga dengan cara layanilah suami mu dengan lembut dan iklas, turuti apa yang diperintah nya, jaga marwah mu dan jangan melawan suami mu.

Pekerjaan rumah tangga bukanlah sebagai kodrat wanita, melainkan pahala bagi istri  dalam melayani suaminya. Sebagai istri tutup aib suami, begitu juga sebagai suami tutup aib istri walaupun sekecil apa pun itu.

Satu lagi pesan saya buat kita semua, terkhususnya untuk saya juga dalam mengingatkan diri saya pribadi. Nantinya jika anak kita sedang ada percekcokkan atau pertengkaran dalam rumah tangganya, maka jangan ada orang ketiga. Maksud dari orang ketiga tersebut yaitu orang tua, bukan pelakor atau pun pembinor. Orang tua tidak boleh ikut campur atau membela anaknya masing-masing. Karena adanya orang ketiga atau campur tangan orang tua akan semangkin merusak keharmonisan rumah tangga mereka dan biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

Dan untuk terakhir kalinya ini, saya mohon terimalah semua seserahan yang kami bawa ini. Jangan dilihat dari nilai dan bentuknya tapi lihatlah dari kesungguhan mempelai pria dalam memperjuangkan belahan jiwa sesampai hari yang sakral ini.

Bapak dan ibu semua,… Masya Allah semangkin dekat dengan hari H maka semangkin bimbangnya dia dan semangkin banyaknya juga ia berlatih, Sih Wawan ini. Saya yang menyaksikannya sendiri bapak, ibu. Dari lamaran hingga sampai hari sakral ini, bagaimana perjuanagan Wawan untuk mendapat hati Kesi, orang tua dan saudara-saudara Kesi. Saya ini sebagai abangnya sangatlah terharu melihatnya. Untuk itu saya memohon lagi terimalah seserahan dari kami ini.

Jadi, mungkin sampai disini saja pembicaraab saya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan kata sambutan ini.

Saya akhiri kata sambutan ini, kurang lebihnya saya mohon maaf atas kehilafan dan kesalah saya dalam mengucapkan kata-kata. Dan saya ucapkan Wablillahi taufik walhidaya, Wassalamu alaikum wr.wb.

TERIMAKASIH

Salam Dari Penulis
Salam Dari inforgun.com

Sumber:https://inforgun.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *